Ketika Negeri Sendiri Tak Menghargai

Jujur saja, selain ada perasaan senang dan bangga karena dapet beasiswa Fulbright dan sekolah di Amrik sana, ada terselip rasa miris dihati saya. Miris pada sistem (atau entah apalah namanya) dunia pendidikan di Indonesia. Kenapa harus dari pemerintah Amerika, kenapa bukan Indonesia ? Well…mungkin karena saya memang gak apply ke penyelenggara beasiswa di Indonesia. Kenapa ?

Coba liat deh…setiap penyelengara beasiswa Indonesia selalu menentukan beberapa persyaratan yang kadang bikin sebal tak terkira untuk ukuran perempuan yang cuma lulusan SMA seperti saya. Nilai harus diatas rata2 alias memiliki kemampuan akademis yang istimewa, berprestasi di sekolahnya, baik budi dan akhlaknya ! Bikin saya jiper duluan…Karena secara akademis prestasi saya biasa2 aja, berprestasi di sekolah juga gak, dan urusan akhlak budi saya ancur banget. Dan yang paling bikin saya sebal banget kadang umur gak boleh lebih dari kepala dua !

Duuuuh….katanya pendidikan untuk semua, kenapa harus dibatasi umur segala ya ??

FYI, beasiswa Fulbright yang saya dapat -kebetulan ini special program- TIDAK MENCANTUMKAN ITU SEMUA SEBAGAI PERSYARATANNYA. Syarat2nya sederhana saja, cukup lulusan SMA,tidak ada nilai rata2 minimum yang harus kita miliki, tidak ada batasan umur dan tidak ditanya-tanya soal prestasi ataupun akhlak budi kecuali mungkin TOEFL score yang min.500 (ya wajar lah secara mau kuliah di luar negeri gitcu). Saya cuma diminta untuk mengisi formulir dan menjawab beberapa pertanyaan essai didalamnya. Waktu interview juga saya gak ditanya yang macam2, cuma disuruh sedikit presentasi kenapa saya milih Retail Business Management sebagai major saya, apa rencana 5 tahun ke depan dan kira2 kontribusi apa yang bisa saya berikan untuk bangsa dan negara Indonesia. Bukannya sombong, itu semua cukup mudah buat saya karena saya memang cinta Indonesia !

Well…saya gak tau saya terpilih sebagai kandidat karena emang saya qualified ato emang lagi hoki aja, but FYI ada beberapa kandidat lain yang lulusan S1 tapi gak lolos seleksi. Jadi pikir aja sendiri :p

Seandainya saja para penyelenggara beasiswa di Indonesia bisa lebih menyederhanakan persyaratan2nya dan gak cuma liat dari nilai akademis aja, mungkin bangsa kita bisa jadi bangsa yang lebih pinter karena orang2 yang berpotensi tapi kurang diakui ( kayak saya :p) bisa mengecap pendidikan yang lebih tinggi, entah di dalam atau di luar negeri.

Duh…saya jadi ngerasa “orang2 Amerika” sana lebih tau dan lebih bisa menghargai kemampuan saya daripada “orang2 dinegeri sendiri”.

But dont worry…right or wrong Indonesia is (still) my country !

2 responses to this post.

  1. bener…
    beberapa waktu yang lalu adek ipar saya juga mendapatkan beasiswa dari jepang, suatu hal yang tidak dia percaya ketika apply ke pemerintahan indonesia malah tidak di gubris.

    Reply

  2. hiks, tulisannya begitu menusuk.
    saya juga ga’ hebat hebat amat.
    yang lulus S1 tapi ga lolos itu mungkin karena memang program ini dikhususkan untuk yang lulusan SMA (positif thinking, girl…)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.